Suatu hari, Lili membuka ponselnya. Pada hari itu bertepatan dengan tanggal 12 desember. Ia baru saja membuka ponselnya,namun notifikasi mulai datang berderet. Di buka aplikasi shopee, disana promo promo pecah mulai dari baju,sandal ,dan lainnya .
Dengan antusias, Lili terus memainkan ponselnya . Ia telah tergiur oleh promo besar-besaran. Lalu ia beralih ke keranjang oranye yang menunjukkan isi ±80 barang telah dimasukkan olehnya. Ia menatap keranjang dengan seksama.
“Aduhh..aku harus cepat-cepat check out nih!!diskonnya tinggal satu jam lagi” tuturnya.
Hampir saja Lili memencet tombol checkout,ia terhenti sejenak mengurungkan niatnya untuk membeli barang tersebut.Ia bertanya tanya dalam pikiran.”Aku butuh ini nggak ya?apa ada yang lebih kubutuhkan saat ini?tadi aku kesini mau cari apa?”
Lili mencoba mengingat kembali kejadian semula yang membawanya ke aplikasi shopee.
Setelah mengingat cukup lama,akhirnya..“nahh iya,aku ke sini ingin membeli buku tulis,mumpung ada diskon”.
Ia berpikir bahwa dirinya ingin membeli barang yang lainnya.Namun saat ini yang ia butuhkan adalah buku tulis,jadi ia mengurungkan niat untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan.
Lili pun mengingat bahwa barang tersebut masih bisa dibeli lain waktu.Muncul ide di benaknya untuk mengosongkan keranjang oranye miliknya. Satu per satu barang pun dihapus.Lili juga teringat,jika tidak mengosongkan keranjangnya ia pasti akan tergoda dengan notifikasi “flash sale” dilain waktu yang akan membuat dirinya tergiur harga hingga membeli banyak barang yang tak dibutuhkan olehnya.
Setelah itu,akhirnya keranjang oranye milinya kosong dan hanya tersisa satu barang. Ia tersenyum puas karena keranjangnya sudah kosong dan bisa memesan buku tulisnya dengan tenang tanpa gangguan.
Sejak saat itu,Lili menggunakan shopee bukan untuk mencari diskon,tapi digunakan untuk membeli yang dibutuhkan dan alat ini dikendalikan dengan kesadaran.

Tinggalkan Balasan