Alya adalah seorang pelajar yang update di media sosialnya. Setiap hari ia akan terus memantau akun media sosialnya. Karena ia sangat suka kehidupan di instagram atau biasa disebut dengan dunia maya.
Dan setiap kali alya melihat unggahan postingan orang lain, alya menjadi sedih. Ia selalu memikirkan hal yang bahkan tak perlu untuk is pikirkan. Ia selalu berfikir, ” kapan ya aku bisa merasakan hidup seperti orang lain…, menjadi selebgram di medsos…, followers banyak…, like tiap postingan juga banyak. Pasti hidup orang lain enak…terkenal di media sosial… ucap alya dengan terus menscrool instagramnya.
Alya setiap hari selalu membandingkan hidupnya dengan orang lain di instagram. Alya terus menunggah foto maupun vidio di instagram, Karena ia sangat berharap bisa seperti orang lain yang selalu mendapatkan like banyak dan menjadi selebgram di media sosial.
Karena terlalu sibuk dengan media sosialnya, Alya pun tak sadar. Kini, prestasi belajarnya menurun. Hampir di semua mata pelajaran, Nilai alya hancur. Dan karena kejadian ini, Alya pun dimarahi oleh ibunya.
” Kamu ini main media sosial terus!! lihat nilai-nilai kamu, hampir semua turun!. mau sampai kapan alya kamu seperti ini terus.. bandingin hidupmu dengan orang lain, sadar alya, kamu ini hidp di dunia nyata bukan di dunia maya!. ucap ibunya dengan amarah yang menyelimuti”.
” tapi bu.., aku ini.. ingin seperti orang lain yang menjadi selebgram di media sosial. Aku juga ingin seperti orang lain yang memiliki jutaan followers. Aku ingi terkenal bu…”
Dengan susah payah ibunya menurunkan amarahnya, ibunya menjawab alya dengan nada yang lembut.”Semua itu ada waktunya tersendiri nak, kamu ini masih berstatus sebagai pelajar. Tugas kamu itu, belajar bukan malah asyik bermedia sosial terus. Pokoknya kamu harus bisa berubah. Kamu harus bisa membatasi waktumu di media sosial, kamu juga harus bisa memanfaatkan media sosialmu dengan bijak”.
Alya hanya terdiam dan kini pergi meninggalkan ibunya yang tetap berada di ruang keluarga.
Dan saat alya berada di dalam kamar, alya pun berfikir,” benar juga ya,,, kata ibu, kalau aku terus bandingin hidupku dengan hidup orang lain di medsos, percuma. Gak bakal kesampaian juga. Cuman buang- buang waktu aja. Alya pun sadar. Bahwa ia ini hidup di dunia nyata bukan di dunia maya.
Alya pun sedikit demi sedikit merubah pola hidupnya. Ia kini membatasi waktunya tuk bermain di media sosial.Ia pun membiasakan dirinya tuk lebih sering melihat konten yang bermanfaat sebagai pelajar.
Kini, Alya menjadi pelajar yang meski tetap aktif dimedia sosial, tetapi tetap mengetahui batasannya sebagai pelajar.

Tinggalkan Balasan