Penulis: rahel
-
keranjang kuning penuh.
Aku duduk di kamar, menatap keranjang kuning yang penuh dengan kenangan. Isinya adalah surat-surat cinta, foto-foto lama, dan hadiah-hadiah kecil dari dia. Aku merasa seperti kembali ke masa lalu, ketika cinta masih terasa seperti api yang membara. Tapi sekarang, api itu sudah padam, dan yang tersisa hanya abu kenangan. Aku mengambil surat pertama, dan membacanya…
-
MURId yang biasa
aku hanyala murid biasa di kelas delapan tidak pintar dan tidak bodoh lagian saya dikelas rangking ditengah-tengah andai saya bisa jadi pintar saya juga murid biasa tetapi guru’ kalau menjelas kan aku tidak paham Hari-hari saya pergi kesekolah pagi tapi mengapa sy srg trlmbt saya dijln pnya firasat saya pasti benar kalau saya datang terlambat…
