keranjang kuning penuh.

Aku duduk di kamar, menatap keranjang kuning yang penuh dengan kenangan. Isinya adalah surat-surat cinta, foto-foto lama, dan hadiah-hadiah kecil dari dia. Aku merasa seperti kembali ke masa lalu, ketika cinta masih terasa seperti api yang membara. Tapi sekarang, api itu sudah padam, dan yang tersisa hanya abu kenangan.

Aku mengambil surat pertama, dan membacanya kembali. Kata-kata manis yang pernah membuatnya tersenyum, sekarang membuatku menangis. Aku merasa seperti kembali ke saat-saat indah itu, ketika kita masih bersama, ketika kita masih percaya bahwa cinta kita akan abadi.

Aku ingat hari pertama kita bertemu, di sebuah kafe kecil di kota. Aku sedang belajar, dan dia datang untuk memesan kopi. Kami berbincang, dan aku merasa ada sesuatu yang spesial tentang dia. Aku tidak tahu apa itu, tapi aku tahu aku ingin mengenalnya lebih baik.

Surat-surat itu membawa aku ke kenangan-kenangan indah itu. Aku membaca tentang hari-hari kita bersama, tentang tawamu, tentang senyumnya, tentang cintamu. Aku merasa seperti aku kembali ke masa lalu, ketika kita masih bersama, ketika kita masih percaya bahwa cinta kita akan abadi.

Tapi, seperti yang kita tahu, tidak ada yang abadi. Segalanya berubah, dan kita harus melepaskan. Aku melepaskan dia, karena aku tahu itu adalah yang terbaik untuk kita berdua.

Aku menutup mata, dan membiarkan air mata mengalir. Aku tahu aku harus melepaskan, tapi sulit untuk melupakan. Aku merasa seperti aku kehilangan sebagian dari diriku sendiri.

Lama aku duduk di sana, menatap keranjang kuning yang penuh. Sampai akhirnya, aku memutuskan untuk membersihkannya. Aku mengambil semua kenangan, dan membakarnya.

Api itu membakar kertas-kertas, dan asapnya membawa kenangan pergi. Aku merasa lega, seperti beban telah diangkat dari hatiku. Aku tahu aku harus melangkah maju, tapi aku tidak tahu bagaimana.

Aku berdiri, dan pergi ke jendela. Aku membuka tirai, dan cahaya matahari masuk ke kamar. Aku merasa seperti aku melihat dunia dengan mata baru. Aku tahu aku masih memiliki banyak hal untuk dijalani, dan aku siap untuk menantang apa pun yang datang.

Keranjang kuning itu sekarang kosong, tapi aku merasa penuh. Penuh dengan harapan, penuh dengan kehidupan. Aku tahu aku siap untuk melangkah maju, dan menemukan cinta yang baru. Aku tahu aku akan menemukan seseorang yang akan mencintaiku, dan aku akan mencintainya kembali.

Aku tersenyum, dan menutup jendela. Aku tahu aku akan baik-baik saja. Aku tahu aku akan menemukan kebahagiaan lagi. 😌


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *